
Audemars Piguet Royal Oak Mini Frosted Gold Quartz (White Gold): Kemewahan dalam Skala 23 mm
January 26, 2026Rolex Day-Date 36 White Gold Blue Ombré Dial Diamond Baguette: icon Rolex yang terus Disempurnakan
Ada beberapa jam yang tidak perlu diperkenalkan panjang lebar, karena kebanyakan penggemar jam mewah pasti tahu, Day-Date ini adalah salah satunya.
Sejak pertama kali hadir di tahun 1956, model Rolex ini selalu berada di posisi yang sangat khas dalam dunia Rolex. Jam yang formal, presisi dan identik dengan pencapaian.
Jam ini mempunyai kode ref. 128239. Kenapa jam ini disebut icon yang terus disempurnakan, karena Rolex jarang membuat sesuatu yang benar-benar baru, sebaliknya Rolex memilih menyempurnakan apa yang sejak awal sudah kuat. Baik dari sisi proporsi, material dan detail finishing-nya, sampai semuanya terasa benar-benar matang.
Hasilnya adalah Day-Date yang tetap klasik, tetapi punya karakter modern yang halus.
Impresi Pertama
Saat dipakai, Day-Date 36 White Gold ini langsung terasa mewah tanpa terlihat mencolok. White gold selalu punya karakter seperti ini: nilainya tinggi, tetapi tampil lebih tenang dibanding yellow gold. Sekilas terlihat sederhana, namun ketika terkena cahaya, finishing dan detailnya langsung terasa jelas.
Dial blue ombré menjadi fokus utama jam Rolex ini. Warna biru di bagian tengah perlahan terlihat berubah menjadi hitam di bagian tepi. Transisi warnanya sangat halus, tidak terasa “kontras tajam”, sehingga dial terlihat dalam dan hidup. Diamond Baguette atau Berlian yang dipasang pada dial memberi aksen mewah yang lebih, tanpa tidak terasa berlebihan, karena ukurannya tetap seimbang dengan diameter 36 mm.
Ukuran 36 mm sendiri terasa sangat proporsional. Cukup klasik untuk dipakai formal, tetapi tidak terasa terlalu kecil atau terlalu besar untuk pemakaian sehari-hari.

Dial Ombré: Detail yang Halus tapi Berkarakter
Rolex sebenarnya sudah menggunakan dial ombré sejak tahun 1980-an. Beberapa tahun terakhir, teknik ini kembali dihadirkan tetapi dengan proses produksi yang lebih modern. Untuk membuat efek gradasi ini, dial dilapisi lacquer hitam secara bertahap sampai transisinya terlihat natural dari tengah ke pinggir.
Saat membuat efek gradasi ini, prosesnya terbilang cukup sensitive, karena kalau terlalu banyak lacquer, warnanya akan terlihat berat. Sedangkan kalau terlalu sedikit, gradasinya tidak terasa. Karena itu pengerjaan dial ini dilakukan oleh Rolex Specialist yang fokus memastikan peralihan warna terlihat mulus.
Hasil akhirnya adalah dial yang terasa dinamis. Di dalam ruangan warnanya bisa terlihat biru gelap, sementara di bawah cahaya terang gradasinya lebih terlihat jelas.
Fluted Bezel: Ciri Khas Rolex
Fluted bezel adalah salah satu detail yang akan langsung membuat Day-Date mudah dikenali. Sebenarnya pada awalnya, fluted bezel ini mempunyai fungsi teknis: yaitu membantu mengencangkan bezel ke case agar tahan air. Tetapi lama-kelamaan, detail ini menjadi identitas visual Rolex yang khas.
Fluted bezel ini terbuat dari 18 ct white gold. Pantulan cahaya dari sudut-sudut fluting memberi dimensi tambahan pada jam. Tanpa perlu element dekoratif berlebihan, bezel ini sudah cukup memberi karakter yang kuat.

18 ct White Gold: Mewah tapi Tidak Berisik
Rolex memproduksi sendiri emas 18 karat mereka di foundry internal. Dengan begitu, mereka bisa mengontrol kualitas dan warna material dengan sangat presisi. White gold di Day-Date terasa solid dan halus. Warnanya tidak terlalu mengkilap seperti steel, tapi juga tidak “hangat” seperti yellow gold. Kesannya lebih kalem dan elegan.
Jam ini terasa mewah dari kualitas material dan finishing-nya, bukan dari elemen yang membuat menjadi terlalu ramai.

President Bracelet: Nyaman dan Iconic
President bracelet sudah identik dengan Day-Date sejak awal kemunculannya. Tiga link semi-bulatnya terasa lembut di pergelangan dan cukup berat dengan cara yang menyenangkan. Bracelet ini dibuat khusus untuk model Day-Date dan selalu menggunakan precious metal.
Clasp-nya tersembunyi, sehingga tampilan bracelet terlihat menyatu tanpa putus. Detail kecil seperti ini membuat keseluruhan jam terasa sangat rapi.

Calibre 3255: Mesin Modern di Balik Tampilan Klasik
Di dalamnya, Movement Day-Date 36 ini menggunakan mesin Calibre 3255. Movement otomatis buatan Rolex ini dikenal sangat presisi, dengan toleransi −2/+2 detik per hari. Movement ini juga punya power reserve sekitar 70 jam, jadi jam bisa dilepas selama beberapa hari tanpa berhenti.
Fitur day dan date berubah secara instan, dan pengaturannya cepat serta aman. Secara keseluruhan, movement ini dirancang untuk penggunaan jangka panjang dengan standar yang sangat konsisten.
Day-Date: icon yang Tidak Perlu Diubah Banyak
Day-Date adalah salah satu desain yang sudah sangat kuat sejak awal. Rolex tidak mengubahnya secara drastis untuk membuatnya tetap relevan. Rolex hanya perlu menyempurnakan detail-detail kecilnya, seperti: dial yang lebih dalam, finishing yang lebih halus dan movement yang lebih presisi.
Versi white gold blue ombré ini terasa seperti evolusi yang natural. Tetap klasik, tetap formal, tetapi dengan sentuhan modern yang membuatnya terasa segar.
Bagi banyak orang, Day-Date adalah jam yang menandai sebuah pencapaian. Dan bagi yang lain, jam ini adalah jam harian yang nyaman dan terasa konsisten. Apa pun cara melihatnya, model ini menunjukkan satu hal: desain yang baik bisa bertahan lama, selama terus dirawat dan disempurnakan.
Spesification :
Rolex Day-Date 36 White Gold Blue Ombré Dial Diamond Baguette
Reference number: 128239
Case :
- Diameter: 36 mm
- Material: 18 ct white gold
- Bezel: Fluted
- Crystal: Sapphire with Cyclops
- Water resistance: 100 m
Dial :
- Blue ombré diamond-set dial
- Baguette diamonds in posisition 6 & 9
Movement :
- Calibre 3255 automatic
- Power reserve: ±70 hours
- Precision: −2/+2 second per day
Bracelet :
- President bracelet
- 18 ct white gold
- Concealed Crownclasp
Certification :
- Superlative Chronometer (COSC + Rolex certification)














